Eka Mira

EKA MIRA

Perusahaan Otobus asal Jawa Timuran yang menjadi rival utama Sumber Group yang juga sama sama dari Provinsi Jawa Timur.

1. Sejarah

Sejarah Perusahaan Otobus Eka Mira berasal dari sebuah toko kain yang berada di Jl Mojopahit No. 188 Mojokerto Provinsi Jawa Timur yang dimiliki oleh Bapak Fendi Haryanto, pada sekitar tahun 1971.

Tercetus ide dari sang pemilik toko (Bapak Fendi Haryanto ) untuk membangun bisnis transportasi masal model bis Antar Kota Dalam Provinsi dan Antar Kota Antar Provinsi. Sesuai dengan nama tokonya nama yang dipakai adalah PO bus Flores.

Mira AC tarif biasa atau AC Ekonomi Laksana Discovery Hino Ak series ( Mesin Depan )
Mira AC tarif biasa atau AC Ekonomi Laksana Discovery Hino Ak series ( Mesin Depan )
EKA Cepat Patas ( eksekutif ) Adiputro Jetbus 3+ High Deck Double glass Hino rn285 Air Suspension
EKA Cepat Patas ( eksekutif ) Adiputro Jetbus 3+ High Deck Double glass Hino rn285 Air Suspension

2. Awalnya bernama Perusahaan Otobus Flores

PO bus Flores ini awalnya melayani trayek ( AKAP ) Antar Kota Antar Propinsi Jurusan Surabaya ke Solo Pergi Pulang, dan selain itu juga didirikan PO bus Surya Agung ( sekarang sudah di hentikan ) yang melayani trayek AKDP (Antar Kota Dalam Propinsi) Jurusan Malang ke Surabaya sampai Ponorogo atau Magetan.

Secara signifikan PO bus Flores mengalami perkembangan karena terkenal sebagai bus banter. Perilaku konsumen Jawa Timuran dan sebagian Jawa Tengah yang cenderung menyukai bus – bus banter semakin membuat nama PO bus Flores melambung meski sebagian masyarakat menilai bus ini sebagai bis yang cenderung ugal – ugalan. Meskipun tidak semua armada PO bus Flores yang terkenal ugal – ugalan karena beberapa armadanya masih menggunakan bus keluaran lama yang kemampuannya tidak sebagus bus – bus keluaran terbaru.

3. Berawal Dari Sebuah Tragedi

3.1.

Di saat puncak kejayaan Perusahaan Otobus Flores inilah terjadi tragedi besar yang menjadi klimaks dari Perusahaan Otobus Flores, kecelakaan hebat terjadi di dekat Stasiun Purwosari Kota Solo Jawa tengah pada tahun 1981.

Bus yang dikemudikan Bapak Marwan berisi rombongan pelajar SMP Wijana Jombang yang melakukan study tour ( karya wisata ) ditabrak Kereta Api yang melintas  yang menyebabkan banyak korban jiwa tidak bisa dihindarkan.

Imbas dari kecelakaan maut tersebut, oleh DLLAJR Pusat ( sekarang Dinas Perhubungan ) PO bus Flores dilarang melayani trayek AKAP ( Antar Kota Antar Propinsi )  sehingga PO bus Flores ini hanya beroperasi sampai dengan Mantingan ( perbatasan Jatim sampai Jateng ). Sedangkan perjalanan PO bus Surya Agung tidak mengalami kendala sedikit apapun dalam pengoperasiannya.

3.2.

Untuk mengatasi masalah tersebut manajemen menyiapkan bus EKA dan bus MIRA untuk menggantikan bus Flores melayani rute Surabaya sampai Solo Pergi Pulang. Nama bus EKA dan bus MIRA diambil dari nama nama anaknya dari Bapak Fendi Haryanto.

Keduanyapun dipisahkan baik secara manajemen ( pengelolaan ) dan juga jam keberangkatannya. PO bus EKA biasanya diberangkatkan dari Surabaya pada pagi hari sampai petang hari sore hari, sedangkan armada PO bus MIRA diberangkatkan sebaliknya ( petang atau sore hari sampai pagi hari ) dari Surabaya. PO Flores akhirnya difokuskan melayani Rute Surabaya sampai Ponorogo Pulang Pergi. Sedangkan PO Surya Agung tetap melayani rute Malang – Surabaya – Madiun – Ponorogo atau Magetan Pulang Pergi.

3.3.

Seperti halnya PO bus Flores, PO bus EKA dan PO bus MIRA mengalami perkembangan yang menggembirakan karena respons positif dari para konsumen. Bahkan seiring berjalannya waktu PO bus EKA dan PO bus MIRA tumbuh menjadi Perusahaan Otobus yang besar dan keberadaannya patut diperhitungkan di jalur ini.

Untuk memantapkan eksistensinya, tahun 1990 PO bus EKA membuat terobosan dengan meluncurkan 1 buah armada ber-livery ( gambar atau warna pada body bus atau truck ) biru yang melayani rute Surabaya ke Madiun sampai Solo ke Jogja Pergi Pulang menggunakan mesin Nissan Diesel CB dengan karoseri Malindo yang pada waktu itu sedang jadi ngetrend ( seperti Karoseri Adiputro seperti sekarang ini ).

Namun itu tidak bertahan lama karena dalam waktu beberapa bulan bis yang dikemudikan Bapak Darno ini mengalami kecelakaan hebat yaitu menabrak sebuah truk bermuatan gas elpiji. Karena kejadian itu menewaskan sang pengemudi dan menghanguskan bis tersebut.

Namun hal itu tidak menyurutkan langkah PO bus EKA dan juga MIRA untuk tetap melanjutkan ekspansinya ke rute Surabaya – Madiun – Solo – Jogja Pulang Pergi. Sekitar 2 tahun kemudian semua armada PO bus EKA dan juga PO bus MIRA yang melayani rute tersebut, dan mengganti warna dasar armada armadanya yang tadinya putih menjadi abu-abu berikut dengan livery-nya.

4. EKA ( Eling Kereta Api )

PO bus EKA beberapa orang ada yang mengartikannya sebagai Eling Kereta Api ( selalu ingat Kereta Api ) karena kejadian yang mengirikan tahun 1981 yang menyebabkan kecelakaan antara bus flores dengan kereta api.

Walaupun sebenarnya nama EKA itu adalah anak dari sang owner yaitu Bapak Fendi Haryanto.

Karena itulah yang akhirnya semua armada bus eka maupun mira kecepatannya di batasi, untuk Eka kecepatan Maksimalnya hanya 90km per jam baik di jalan biasa maupun di jalan tol, jika lebih dari 90km per jam maka secara otomatis alarm akan berbunyi. Sedangkan Bus mira Kecepatan Maksimalnya 110km per jam.

5. Kelas

Perusahaan Otobus Mira digunakan Untuk bus AC tarif Biasa, dengan jumlah seat 60, reclining seat, musik.

Sedangkan Perusahaan Otobus Eka untuk kelas Patas ( eksekutif ) degan Fasilitas, 40 seat + 6 seat dibagian paling belakang, toilet ( armada tertentu ), AC, reclining seat, Musik, gratis air mineral.

Mira AC Tarif Biasa Laksana Nucleus 3, rombak garasi hino ak
Mira AC Tarif Biasa Laksana Nucleus 3, rombak garasi hino ak
Eka Cepat Patas Eksekutif Adiputro JetBus 2+ High Deck hino
Eka Cepat Patas Eksekutif Adiputro JetBus 2+ High Deck hino

6. Mempunyai Rival Utama

bus Eka mempunyai rival utama yaitu PO bus Sugeng Rahayu ( taksi merah ) Golden Star, yang sama sama berjalan sebagai armada Eksekutif dan Pariwisata.

Sedangkan PO bus Mira mempunyai rival utama yaitu Sumber Group ( Sumber Selamet, Sugeng Rahayu yang berlivery Lumba lumba ), yang sama sama berjalan sebagai armada AC tarif biasa atau AC ekonomi, bumel ( mlebu Kumel atau masuk bis tersebut bisa mandi keringat karena tidak adanya pendingin ruangan ).

7. Karoseri

Mira

PO bus Mira Mempercayakan kepada karoseri Laksana dan Karoseri Tentrem. Body yang digunakan dari Karoseri Laksana antara lain :

  • Nucleus
  • Nucleus 3
  • Discovery
  • Discovery DC 03

Sementara untuk Karoseri Tentrem PO bus Mira menggunakan Body scorpion king ( custom mesin depan ), max, max HDD.

Eka

Sedangkan untuk PO bus Eka, mereka menggunakan Karoseri Morodadi Prima dan Adiputro.

Morodadi Prima yang digunakan adalah

  • Royal Travego
  • Ventura
  • Grand Tourismo
  • Grand Tourismo Double Glass

Sedangkan untuk adiputro yang digunakan adalah

  • Royal travego
  • Jetbus 2
  • Jetbus 2+ High Deck
  • Jetbus 3+ High Deck Double glass
EKA cepat Patas ( Eksekutif ) Karoseri Morodadi Prima Grand Tourismo Double Glass Hino rn285
EKA cepat Patas ( Eksekutif ) Karoseri Morodadi Prima Grand Tourismo Double Glass Hino rn285
EKA cepat Patas ( Eksekutif ) Karoseri Morodadi Prima Grand Tourismo Hino rk
EKA cepat Patas ( Eksekutif ) Karoseri Morodadi Prima Grand Tourismo Hino rk
EKA cepat Patas ( Eksekutif ) Karoseri Morodadi Prima Royal Travego Hino rk
EKA cepat Patas ( Eksekutif ) Karoseri Morodadi Prima Royal Travego Hino rk.

Demikianlah Artikel Tentang PO bus Eka dan Mira, semoga bermafaat.

 

Tinggalkan komentar